2 menits baca
|
2026-07-04
|
17 kali
Kadang kita lupa bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi orang yang paling kaya, paling terkenal, atau paling hebat di mata manusia. Kita sering mengukur keberhasilan dari banyaknya harta yang dimiliki, tingginya jabatan yang diraih, atau pujian yang datang dari orang lain. Padahal, semua itu hanyalah titipan yang dapat datang dan pergi kapan saja.
Sesungguhnya, nilai seorang manusia tidak ditentukan oleh apa yang dimilikinya, melainkan oleh apa yang ada di dalam hatinya. Ketulusan dalam berbuat baik, kesabaran saat menghadapi ujian, serta rasa syukur atas setiap nikmat, sekecil apa pun, adalah kekayaan sejati yang tidak dapat dibeli dengan materi. Orang yang berhati tulus akan selalu meninggalkan jejak kebaikan. Orang yang sabar akan menemukan kekuatan di balik setiap kesulitan. Dan orang yang pandai bersyukur akan selalu melihat cahaya harapan, bahkan ketika jalan hidup terasa gelap.
Ketenangan hidup tidak lahir dari rumah yang megah, kendaraan yang mewah, atau rekening yang penuh. Ketenangan tumbuh dari hati yang dekat kepada Allah, pikiran yang dipenuhi prasangka baik, serta jiwa yang mampu menerima setiap ketentuan-Nya dengan lapang dada. Ketika hati dipenuhi rasa syukur, kita tidak lagi sibuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi lebih fokus memperbaiki diri dan memperbanyak manfaat bagi sesama.
Karena itu, marilah kita menjalani hidup dengan hati yang lebih tulus, langkah yang lebih sabar, dan lisan yang lebih banyak bersyukur. Sebab pada akhirnya, yang akan menjadi bekal terbaik bukanlah seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan seberapa besar kebaikan yang telah kita tebarkan. Dari situlah lahir kebahagiaan yang hakiki dan ketenangan yang sesungguhnya, baik di dunia maupun sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Happy Saturday Blessings
by. Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M