Detail Sambutan

Detail Sambutan

SAMBUTAN KETUA BPIC KALTIM

5 menits baca

|

4 bulan yang lalu


Card image cap

Card image cap

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI GURU NASIONAL DAN HUT KE 80 PGRI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah, Tuhan yang telah memberikan nikmat iman, sehat, dan kesempatan untuk  memperingati Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Ke 80 Persatuan Guru Republik Indonesia.

Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW, teladan sejati dalam pendidikan, yang bukan hanya mengajarkan ilmu kepada umatnya, namun juga menjaga hati, akhlak, dan kemuliaan kemanusiaan setiap orang yang beliau didik.

Bapak dan Ibu serta saudara/i yang  dirahmati Allah,

Hari ini adalah hari yang istimewa. Hari di mana bangsa ini kembali menundukkan kepala untuk menghormati para pahlawan tanpa tanda jasa – para guru. Individu-individu yang begitu ikhlas mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk merefleksi diri. Momentum untuk bertanya:

  • Apa yang sudah kita lakukan sebagai pendidik?
  • Apa yang masih perlu kita benahi?
  • Apa warisan pendidikan yang ingin kita tinggalkan bagi generasi masa depan?

Saudara sebangsa dan setanah air yang dirahmati Allah.

Guru bukan malaikat yang tak pernah salah, dan bukan pula mesin yang bekerja tanpa jeda. Guru adalah sosok yang memiliki rasa lelah, rasa takut, rasa kecewa, rasa bahagia, sekaligus harapan dan mimpi-mimpi besar. Guru adalah manusia—yang menguatkan diri setiap hari untuk tetap tegak berdiri di depan kelas, meski kadang pundaknya menanggung beban yang tak tampak oleh mata.

Karena itu, ketika kita memperingati Hari Guru, kita bukan hanya merayakan profesi dan pengabdian. Kita juga merayakan kemanusiaan para guru.

Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Perubahan zaman hari ini begitu cepat. Anak-anak kita hidup di era digital, era di mana informasi bergerak melampaui waktu dan jarak. Teknologi membuka peluang besar dalam pendidikan, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru yang tidak sederhana.

Dalam situasi seperti ini, guru kembali dituntut beradaptasi. Tidak hanya menguasai kelas, tetapi juga menguasai ruang digital. Tidak cukup hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, memandu literasi digital, menguatkan disiplin, memelihara akhlak, dan memastikan teknologi tidak merenggut identitas anak sebagai insan berakhlak dan beradab.

Namun apa pun tantangannya, guru tetap hadir. Guru tetap berdiri di depan kelas. Guru tetap menjadi garda terdepan dalam pendidikan karakter. Karena guru memahami satu hal penting, bahwa teknologi boleh maju—tetapi masa depan hanya akan baik jika manusianya baik. Dan pendidikan karakter itulah yang tetap tempatnya di tangan guru.

Bapak dan Ibu  yang dirahmati Allah SWT,
Perlu kita sadari bersama bahwa guru yang kadang terlihat lelah, marah, emosi, atau suaranya meninggi, bukan karena ia tidak sayang pada anak-anak yang dia didik. Namun karena ia sedang berada dalam proses menjalankan tugas besar yang kadang tidak disadari orang lain.

Seorang guru:

  • pulang membawa tumpukan pekerjaan
  • mengajar sambil berhadapan dengan berbagai masalah
  • menjawab harapan orang tua
  • menyesuaikan diri dengan administrasi
  • dan tetap tersenyum ketika masuk kelas

Di balik satu jam mengajar, ada persiapan berjam-jam, ada curahan tenaga, dan ada emosi yang terus dijaga agar pembelajaran tetap berjalan baik. Dan semua itu sering dilakukan dalam senyap, tanpa keluhan, tanpa banyak orang tahu.

Karena itu hari ini, saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru. Bapak ibu tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga menjalani laku kesabaran setiap hari. Mengajar bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga perjuangan untuk tetap menjadi manusia terbaik di hadapan manusia-manusia kecil yang sedang tumbuh.

Saudara sebangsa dan setanah-air yang saya muliakan,
Peringatan Hari Guru mengingatkan kita bahwa perjalanan guru adalah perjalanan panjang. Tidak hanya perjalanan mengajar, tetapi perjalanan memperbaiki diri. Pendidikan adalah ladang amal, dan guru adalah penggarapnya.

Oleh sebab itu guru harus terus bertumbuh, bukan karena sistem menuntut, tetapi karena anak-anak selalu berkembang.

Jika murid hari ini lebih kritis, maka guru harus lebih siap.
Jika murid hari ini lebih digital, maka guru harus semakin melek teknologi.
Jika tantangan moral semakin besar, maka guru harus semakin kuat menjadi teladan.

Rasulullah SAW mengajarkan pendidikan dengan teladan. Beliau tidak hanya menyampaikan kata, tetapi menunjukkan tindakan. Karena itu, guru besar bukanlah guru yang paling keras suara atau paling panjang ceramahnya. Guru besar adalah guru yang hadir menjadi teladan.

Dan kita semua tahu, menjadi teladan bukan perkara ringan.
Tetapi di situlah kemuliaan profesi ini berdiri. Di situlah kata “dididik” menemukan makna – bahwa anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi dari sikap orang-orang dewasa yang mereka jumpai setiap hari.

Semoga para guru selalu diberi kekuatan untuk menjadi contoh terbaik:

  • dalam tutur                                                 
  • dalam akhlak
  • dalam sikap
  • dalam ketegasan
  • dan dalam kasih sayang

Bapak dan ibu yang saya muliakan,
Jika hari ini kita berdiri tegap sebagai bangsa, itu karena ada guru-guru yang mengajarkan huruf pertama. Jika hari ini kita melihat generasi muda penuh kemampuan, itu karena ada guru yang menuntun di baliknya.

Karenanya, pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ini, saya ingin menyampaikan:

  • Terima kasih kepada seluruh guru atas pengabdian yang tidak terlihat.
  • Terima kasih atas tenaga yang terkuras namun tetap disembunyikan di balik senyum.
  • Terima kasih atas keteguhan hati Bapak Ibu dalam menyalakan pelita yang menerangi masa depan anak bangsa.

Semoga Bapak Ibu guru diberi kesehatan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas yang mulia ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir zaman. Aamiin ya rabbal alamin.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ketua 1 BPIC

 

KH. Muhammad Rasyid, S.PdI