Detail Sambutan

Detail Sambutan

Sambutan Ketua Umum BPIC Pada Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447H

3 menits baca

|

3 bulan yang lalu


Card image cap

Card image cap

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umat beliau yang istiqamah meneladani ajarannya hingga akhir zaman.

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT terkhusus keluarga besar Islamic Center Kalimantan Timur,
Pada bulan yang penuh berkah ini, kita kembali dipertemukan dengan momentum agung dalam sejarah Islam, yakni peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, sebuah perjalanan spiritual yang bukan hanya meneguhkan kedudukan Rasulullah di sisi Allah, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi umat Islam, khususnya dengan diwajibkannya shalat lima waktu sebagai tiang agama.

Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa dalam keterbatasan manusia, Allah Maha Kuasa mengangkat derajat hamba-Nya yang terpilih. Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha, Rasulullah ﷺ menerima perintah yang hingga hari ini menjadi denyut nadi kehidupan seorang Muslim: shalat.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha…”
(QS. Al-Isra: 1)

Namun, lebih dari sekadar peristiwa luar biasa, Isra Mi’raj adalah pesan peradaban. Bahwa kemajuan spiritual harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Bahwa hubungan kita dengan Allah (ḥablum minallāh) harus tercermin dalam hubungan kita dengan sesama manusia (ḥablum minannās).

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah,
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, derasnya arus informasi, serta berbagai persoalan sosial yang kita hadapi, peringatan Isra Mi’raj hendaknya tidak berhenti pada seremonial semata. Ia harus menjadi ruang muhasabah, ruang perenungan, sekaligus titik tolak untuk memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.

Shalat yang kita dirikan setiap hari seharusnya mampu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)

Jika shalat telah menjadi rutinitas tetapi belum mampu membentuk akhlak, maka di situlah kita perlu bertanya kepada diri sendiri: sudahkah shalat kita benar-benar hidup dalam jiwa kita?

Melalui momentum Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini, saya mengajak seluruh jamaah, seluruh keluarga besar Islamic Center, serta seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menata niat, memperkuat ibadah, dan meneguhkan komitmen kita dalam membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.

Islamic Center bukan hanya bangunan fisik atau pusat kegiatan seremonial keagamaan, tetapi harus menjadi pusat pembinaan iman, ilmu, dan ukhuwah, tempat tumbuhnya nilai-nilai kebajikan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah,
Sebagai Ketua BPIC, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para dai, para relawan, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya peringatan Isra Mi’raj ini. Semoga segala ikhtiar dan pengorbanan yang dilakukan dicatat oleh Allah sebagai amal shalih yang berlipat ganda pahalanya.

Akhir kata, marilah kita jadikan Isra Mi’raj bukan hanya sebagai peristiwa yang kita kenang, tetapi sebagai nilai yang kita hidupi—dengan menjaga shalat, memperbaiki akhlak, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita, menjaga daerah kita, serta menjadikan kita bagian dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang kelak mendapat syafaat beliau di hari kiamat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Ketua Umum BPIC Kaltim

Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M