Oleh: Djoko Iriandono*)
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang sering menunda pekerjaan dengan berkata "nanti saja." Kata ini terdengar sepele, tetapi dalam jangka panjang, kebiasaan menunda-nunda dapat berakibat buruk dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam ajaran Islam, sikap menunda sesuatu yang seharusnya dikerjakan segera termasuk dalam sifat yang kurang baik. Islam mengajarkan umatnya untuk disiplin, bersegera dalam kebaikan, dan tidak menunda hal-hal yang penting.
Makna Menunda dalam Perspektif Islam
Dalam Islam, menunda-nunda pekerjaan atau tanggung jawab yang seharusnya segera dilakukan disebut sebagai taswif. Kata taswif berasal dari bahasa Arab sawfa yang berarti "akan." Kebiasaan ini adalah bentuk dari sikap malas dan kurangnya kesadaran akan pentingnya waktu. Rasulullah SAW bersabda:
"Gunakanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan (5) Hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Hadis ini mengajarkan bahwa menunda sesuatu dengan kata "nanti" dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan berharga. Waktu yang ada seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Dampak Negatif dari Kebiasaan Menunda
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)
Orang yang terbiasa menunda sering kali kehilangan kedisiplinan dan sulit untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan sesuatu, ia melakukannya dengan sebaik-baiknya." (HR. Al-Baihaqi)
Jika kita terus berkata "nanti," maka kita kehilangan kesempatan untuk melakukan yang terbaik.
Contoh-Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)
Menunda shalat tanpa alasan yang jelas bisa menjadi kebiasaan buruk yang akhirnya membuat seseorang lalai dalam ibadahnya.
"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)
Jika seseorang terus menunda taubat, bisa jadi ia tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
"Bersegeralah dalam melakukan amal saleh sebelum datangnya berbagai fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap." (HR. Muslim)
Orang yang menunda untuk bersedekah, membantu sesama, atau menuntut ilmu bisa kehilangan kesempatan untuk memperoleh pahala besar.
Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda
"Demi masa! Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-‘Asr: 1-3)
Kesadaran bahwa waktu sangat berharga dapat membantu kita untuk segera bertindak dan tidak menunda pekerjaan.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas dan kelemahan." (HR. Abu Dawud)
Dengan doa ini, kita bisa meminta kekuatan agar tidak terjebak dalam kebiasaan menunda-nunda.
Kesimpulan
Kata "nanti" terdengar sederhana, tetapi jika dijadikan kebiasaan, ia bisa membawa dampak negatif yang besar dalam kehidupan seseorang. Dalam ajaran Islam, menunda sesuatu yang baik bukanlah sifat yang dianjurkan. Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk bersegera dalam kebaikan dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk tidak menunda tugas, ibadah, atau kebaikan lainnya. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari hanya karena terlalu sering berkata "nanti."
*) Kasi Kominfo BPIC