Sumber gambar : https://b360nepal.com/soft-skills-and-its-importance-in-todays-job-market-skill-lab/
Oleh: Djoko Iriandono, S.E., M.A*)
Pendidikan adalah bagian integral dalam membentuk perkembangan individu. Selama bertahun-tahun tidak bisa kita pungkiri bahwa perhatian utama dalam pendidikan di negara kita mulai dari tingkat pusat sampai pada tingkat ruang kelas terfokus pada penguasaan terhadap “Hard Skills” yaitu yang meliputi kemampuan teknis dan penguasaan materi akademik sejumlah mata pelajaran seperti matematika, ilmu pengetahuan, dan bahasa. Namun, pada abad 21 ini terutama di era industri 4.0 penguasaan terhadap hard skills saja tidak lagi memadai untuk bisa survive secara layak pada kanca persaingan global. Kita perlu mengembangkan skill (keterampilan) yang lain yaitu dalam bentuk “Soft skills”. Pada Essai kali ini Penulis akan menjabarkan tentang apa soft skills itu, mengapa soft skills harus dikembangkan dan siapakah yang berkewajiban untuk mengembangkan Soft Skills?.
A. Apa arti Soft Skills?
Soft skills atau disebut juga dengan istilah keterampilan lunak adalah keterampilan non-teknis yang melibatkan keterampilan dari aspek kepribadian (personal) dan aspek sosial (interpersonal) seseorang. Berbeda dengan hard skills yang spesifik dan terkait langsung dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang tertentu, soft skills bersifat lebih umum dan dapat diterapkan di berbagai konteks.
Keterampilan personal merujuk pada keterampilan, sikap, dan karakteristik individu yang memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain, mengelola diri sendiri, dan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi. Kemampuan personal ini tidak berkaitan langsung dengan pengetahuan teknis atau keterampilan teknis yang spesifik untuk suatu pekerjaan tertentu.
Kemampuan personal mencakup berbagai aspek, termasuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerjasama, kreativitas, adaptabilitas, pemecahan masalah, etika kerja, empati, kepercayaan diri, kecerdasan emosional, dan banyak lagi. Kemampuan personal ini memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, bagaimana mereka menangani situasi yang kompleks, dan bagaimana mereka berkontribusi dalam lingkungan kerja atau sosial.
Misalnya, kemampuan komunikasi yang baik memungkinkan seseorang untuk menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan dengan efektif, dan berkomunikasi secara efisien dengan orang lain. Kemampuan kepemimpinan memungkinkan seseorang untuk mengarahkan, menginspirasi, dan memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan bersama. Kemampuan adaptabilitas memungkinkan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat, menghadapi tantangan baru, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
Kemampuan personal tidak hanya relevan dalam konteks karier dan dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini memengaruhi hubungan interpersonal, penyelesaian konflik, keberhasilan pribadi, kesejahteraan mental, dan kemampuan individu untuk mengatasi tantangan kehidupan.
Penting untuk mengembangkan kemampuan personal karena mereka memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan diri secara menyeluruh. Dengan mengasah kemampuan personal, individu dapat menjadi lebih efektif dalam berinteraksi dengan orang lain, mengatasi situasi yang kompleks, dan mencapai tujuan pribadi dan profesional mereka.
Keterampilan interpersonal merujuk pada keterampilan dan kemampuan individu dalam berinteraksi, berkomunikasi, dan berhubungan dengan orang lain secara efektif. Ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan merespons emosi, pandangan, dan kebutuhan orang lain, serta kemampuan untuk menjalin hubungan yang baik, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan jelas.
Kemampuan interpersonal melibatkan beberapa aspek penting, antara lain:
Kemampuan interpersonal yang kuat sangat penting dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Kemampuan ini memungkinkan individu untuk membangun hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain, mengatasi konflik dengan baik, bekerja dalam tim dengan efektif, dan mempengaruhi orang lain dengan cara yang positif. Dalam dunia kerja yang semakin kolaboratif dan global, kemampuan interpersonal yang baik sering kali menjadi kunci sukses dalam membangun karier yang sukses dan memajukan organisasi.
B. Mengapa sosft skills harus dikembangkan?
Ada banyak alasan mengapa soft skills harus dikembangkan, diantaranya yaitu:
Secara keseluruhan, pentingnya pengembangan soft skill bagi siswa tidak dapat diabaikan. Selain penguasaan materi akademik, siswa perlu memperoleh keterampilan interpersonal, kepemimpinan, adaptabilitas, dan keunggulan kompetitif melalui pengembangan soft skill. Dalam dunia yang terus berubah dan semakin kompleks, kemampuan ini akan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kesuksesan. Oleh karena itu, pendidikan harus memberikan perhatian yang lebih besar pada pengembangan soft skill agar siswa dapat berkembang menjadi individu yang berdaya saing di era modern ini.
Perlu Penulis tekankan di sini bahwa pentingnya pengembangan soft skill bagi siswa tidak hanya bermanfaat dalam konteks karier dan dunia kerja, tetapi juga berdampak positif dalam kehidupan pribadi mereka.
C. Siapakah yang berkewajiban untuk mengembangkan Soft Skills?
Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan (Bab I, UU No 20 tahun 2003). Pada kehidupan sehari hari satuan pendidikan ini sering dikenal dengan sebutan sekolah, yaitu yang merupakan tempat untuk berinteraksi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa lainnya. Di tempat inilah secara berjenjang dan berkesinambungan proses belajar mengajar diadakan. Sebagai tempat terjadinya proses pembelajaran inilah maka kepadanya dibebani semua tanggung jawab terkait pendidikan termasuk kualitas dari hard skills dan soft skills.
Sampai saat ini walaupun kurikulum terus berganti berulang kali, namun masih banyak satuan pendidikan yang melaksanakan proses pembelajaran dengan cara konvensional dan lebih banyak mengejar penguasaan hard skills dan sedikit yang mengejar terhadap penguasaan soft skills. Pada hal baik pemerintah maupun masyarakat telah mempercayakan kepada satuan pendidikan agar dapat mengembangkan kedua keterampilan tersebut. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang satu diantaranya:
Meskipun demikian, ada perubahan yang sedang terjadi dalam pendidikan di Indonesia. Semakin banyak kesadaran tentang pentingnya soft skills dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang berubah dan kompleks. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan mulai mengintegrasikan pelatihan dan program pengembangan soft skills dalam kurikulum mereka. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa siswa dilengkapi dengan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.
*) Kasi Kominfo BPIC Kaltim