2 menits baca
|
2026-06-04
|
12 kali
Ada banyak orang yang hadir dalam hidup kita. Sebagian datang hanya untuk singgah, sebagian lagi menemani dalam waktu tertentu. Namun, hanya sedikit yang layak disebut sebagai teman sejati. Mereka bukan sekadar orang yang hadir saat suasana menyenangkan, melainkan sosok yang tetap ada ketika hidup sedang tidak baik-baik saja.
Teman sejati ibarat embun pagi. Kehadirannya sering kali tidak mencolok dan tidak selalu terlihat. Ia tidak datang dengan banyak kata atau janji besar. Namun, seperti embun yang menyejukkan dedaunan di pagi hari, kehadirannya mampu menghadirkan ketenangan dan kesejukan dalam hati.
Dalam perjalanan hidup, ada saat-saat ketika kita merasa lelah, kecewa, bahkan kehilangan arah. Pada momen seperti itulah nilai seorang teman sejati menjadi begitu berharga. Ia tidak selalu memiliki solusi atas setiap masalah yang kita hadapi, tetapi ia menyediakan telinga untuk mendengar, bahu untuk bersandar, dan hati yang tulus untuk memahami. Kadang-kadang, sekadar mengetahui bahwa ada seseorang yang peduli sudah cukup untuk menguatkan langkah kita.
Teman sejati juga tidak selalu mengatakan apa yang ingin kita dengar. Ia berani menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik karena ia menginginkan yang terbaik bagi sahabatnya. Kesetiaannya tidak diukur dari seberapa sering ia memuji, tetapi dari ketulusannya dalam mendampingi dan mengingatkan.
Karena itu, jika hari ini kita memiliki seseorang yang selalu mendukung, mendoakan, dan menemani dalam suka maupun duka, bersyukurlah. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya kehadiran mereka.
Seperti embun pagi yang diam-diam memberi kesegaran, teman sejati membuat hidup terasa lebih bermakna. Kehadirannya adalah anugerah yang patut dijaga, dihargai, dan disyukuri sepanjang waktu. Terima kasih untuk setiap teman sejati yang telah mewarnai perjalanan hidup kita dengan ketulusan dan kasih sayang.
Ketua Umum BPIC
Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M.