Detail Sambutan

Detail Sambutan

PIDATO KETUA BPIC KALIMANTAN TIMUR DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2026

4 menits baca

|

1 hari yang lalu


Card image cap

Card image cap

Tema: “Bangkit Bersama, Menjaga Persatuan, Menguatkan Peradaban”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ’alamin, segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, nikmat kesehatan, serta kesempatan kepada kita semua sehingga pada momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 ini, kita masih diberikan kekuatan untuk terus berkarya, mengabdi, dan menjaga semangat persatuan bangsa.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam membangun peradaban, membangkitkan umat dari keterbelakangan menuju cahaya ilmu pengetahuan, persatuan, dan kemuliaan akhlak.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,

Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah. Ia adalah momentum refleksi tentang bagaimana bangsa ini pernah bangkit dari keterpurukan melalui kesadaran, pendidikan, persatuan, dan semangat perjuangan.

Kebangkitan nasional yang dimulai sejak lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar tidak lahir dari sikap saling menjatuhkan, melainkan dari keberanian untuk berpikir maju, bekerja bersama, dan membangun optimisme kolektif.

Hari ini, lebih dari satu abad setelah tonggak sejarah itu lahir, tantangan bangsa telah berubah wajah. Jika dahulu bangsa ini berjuang melawan penjajahan fisik, maka hari ini kita menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks: perpecahan sosial, krisis keteladanan, rendahnya literasi, derasnya arus informasi tanpa filter, hingga budaya saling menyalahkan yang semakin marak di ruang publik.

Di era digital saat ini, kita menyaksikan bagaimana media sosial sering kali berubah menjadi ruang pertengkaran. Kritik kehilangan substansi, diskusi kehilangan adab, dan perbedaan pandangan sering berakhir menjadi permusuhan.

Padahal bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari kritik, melainkan bangsa yang mampu menjadikan kritik sebagai energi perbaikan, bukan alat penghancuran.

Karena itu, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai ajakan untuk membangun budaya berpikir yang sehat, kritis yang membangun, dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Sebagai masyarakat Kalimantan Timur, kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga semangat kebangsaan tersebut. Terlebih Kalimantan Timur saat ini menjadi salah satu pusat perhatian nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara. Perubahan besar sedang terjadi di daerah kita. Maka masyarakat Kalimantan Timur tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama dalam membangun peradaban baru Indonesia.

Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memberi teladan. Kita membutuhkan masyarakat yang tidak mudah terprovokasi, tetapi mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.

Islamic Center Kalimantan Timur sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan peradaban memiliki tanggung jawab moral untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan ajaran Islam: persaudaraan, keadilan, toleransi, kerja keras, dan cinta tanah air.

Kita percaya bahwa kebangkitan bangsa tidak cukup hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga harus dibangun dengan kekuatan karakter.

Sebab bangsa yang kehilangan moral akan mudah runtuh meskipun terlihat maju. Sebaliknya, bangsa yang memiliki karakter kuat akan mampu bertahan menghadapi berbagai ujian zaman.

Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai mengambil peran nyata dalam membangun bangsa.

Bangkitlah dari rasa pesimis. Bangkitlah dari budaya saling menyalahkan. Bangkitlah dari kemalasan berpikir. Bangkitlah dari kebiasaan menyebarkan kebencian.

Mari kita isi ruang-ruang publik dengan gagasan, karya, pendidikan, dan semangat persatuan.

Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk bermusuhan.

Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang mampu tumbuh bersama tanpa kehilangan jati diri.

Kepada para pendidik, teruslah menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan akhlak kepada generasi muda.

Kepada para pemuda, jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah pencipta perubahan.

Kepada para tokoh masyarakat dan tokoh agama, mari terus menjaga kesejukan dan persatuan di tengah masyarakat.

Dan kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari kita rawat negeri ini dengan rasa cinta, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan.

Saudara-saudaraku,

Kebangkitan nasional sejatinya dimulai dari kebangkitan cara berpikir. Ketika masyarakat mulai mengutamakan ilmu daripada kebencian, mengutamakan dialog daripada cacian, dan mengutamakan kerja nyata daripada sekadar narasi, maka saat itulah bangsa ini sedang bergerak menuju kemajuan.

Semoga Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat persatuan, memperkokoh karakter bangsa, dan membangun Indonesia yang lebih maju, beradab, serta bermartabat.

Akhir kata, mari kita songsong masa depan Indonesia dengan optimisme dan semangat kebersamaan.

“Bangkit Bersama, Menjaga Persatuan, Menguatkan Peradaban.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Dr. H. Irianto Lambrie, M.M

Ketua BPIC Kalimantan Timur