Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, Senin (7/4/2025).© Evan Vucci/Associated Press
YERUSALEM, KOMPAS.TV – Pemerintah Israel secara resmi menyatakan telah menyetujui usulan gencatan senjata bilateral dengan Iran yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, setelah 12 hari konflik bersenjata yang menewaskan ratusan orang dan mengguncang kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa (24/6/2025), Kantor Perdana Menteri Israel mengungkapkan keputusan tersebut diambil setelah Israel dinilai berhasil memenuhi seluruh tujuan militer dalam Operasi yang dinamakan "Rising Lion”, termasuk menghantam infrastruktur nuklir Iran.
Dalam pernyataan itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melaporkan kepada kabinet, Menteri Pertahanan, Kepala Staf IDF, serta Kepala Mossad bahwabIsrael telah menghapus ancaman eksistensial ganda, yakni dari program nuklir dan rudal balistik Iran serta menguasai sepenuhnya wilayah udara Teheran.
Baca Juga: Israel dan Iran Sepakati Gencatan Senjata Usulan Trump, Netanyahu Klaim Semua Target Perang Tercapai
Selain itu, Netanyahu mengeklaim operasi bersenjata Israel sukses menimbulkan kerusakan berat pada kepemimpinan militer Iran dan menghancurkan puluhan target penting pemerintah.
Israel juga mengumumkan pembunuhan seorang ilmuwan nuklir senior Iran terbaru dalam serangan ke jantung kota Teheran, serta menewaskan ratusan anggota Basij, pasukan paramiliter yang kerap digunakan untuk meredam protes dalam negeri.
Dalam pernyataan yang sama, Israel secara eksplisit mengucapkan terima kasih kepada Presiden Donald Trump dan Pemerintah AS atas dukungan penuh dalam perang tersebut.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran Mulai Berlaku, Saling Serang Kedua Negara Berhenti
“Israel berterima kasih kepada Presiden Trump dan Amerika Serikat atas dukungan mereka dalam pertahanan Israel serta partisipasi mereka dalam mengeliminasi ancaman nuklir Iran,” demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri dikutip dari The Times of Israel.
Netanyahu juga menyatakan bahwa keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dilakukan dalam koordinasi penuh dengan Presiden Trump, menyusul klaim keberhasilan operasi militer yang dijalankan selama hampir dua pekan.
Meski sepakat dengan gencatan senjata, Israel memperingatkan bahwa mereka akan “merespons dengan kekuatan” terhadap setiap pelanggaran dari pihak Iran.
Gencatan senjata diumumkan tak lama setelah rudal balistik Iran menghantam gedung permukiman di Beersheba, menewaskan sedikitnya empat orang. Insiden tersebut menjadi serangan terakhir sebelum kedua belah pihak menyetujui kesepakatan damai.
Baca Juga: Mengenal Al Udeid, Pangkalan Terbesar Militer AS di Timur Tengah yang Jadi Sasaran Serangan Iran
Artikel ini telah tanyang di: Israel-Iran Sepakat Gencatan Senjata, Netanyahu Berterima Kasih kepada Trump