TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, merespons keras atas klarifikasi Presiden ke-7 RI, Jokowi terkait isu dukungan dua periode kepada Prabowo-Gibran.
Menurutnya, klarifikasi Jokowi tersebut membingungkan dan dianggap tidak relevan.
Ia mengingat kembali bahwa isu ini muncul pertama kali ketika relawan Bara JP pulang dari Solo.
Kala itu, Jokowi disebut merespons pertanyaan soal arah dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran yang digadang-gadang bisa dua periode.
"Saya jadi agak sedikit bingung ya karena kita ikuti statement Jokowi yang dikutip oleh media, statement itu kan muncul ketika Bara JP kalau enggak salah pulang dari Solo setelah mau kongres itu ada yang bertanya kepada Jokowi, bagaimana sikap Jokowi tentang Prabowo-Gibran," katanya seperti dikutip dari program Interupsi di iNews yang tayang pada Kamis (2/10/2025).
Akan tetapi, klarifikasi Jokowi menyebut pernyataan itu bukan dilontarkan belakangan ini.
Pernyataan dukungan 2 periode itu diucapkan saat masa kampanye Pilpres 2024.
Menurut Ferdinand, klarifikasi Jokowi tidak masuk akal. Pasalnya, tidak ada orang yang berkampanye dengan narasi 'dua periode'.
"Tapi yang penting kita bicara bukan waktunya, tetapi apa yang disampaikan oleh Jokowi itu relevan atau tidak karena kalau Bang Bestari tadi sampaikan itu waktu kampanye, saya pikir tidak akan ada orang berkampanye dua periode itu jadi semakin aneh dan semakin janggal," jelasnya.
Ferdinand juga menyentil gaya khas politik Jokowi yang disebut selalu mengambil keputusan yang bertolak belakang dari ucapan awalnya.
"Dan, memang sudah biasa juga, Pak Jokowi sen kiri belok kanan," katanya.
Tidak relevan
Kendati demikian, bahwa bagi PDI Perjuangan, pernyataan Jokowi tidak memiliki relevansi dengan situasi bangsa saat ini.
Isu dua periode hanya bertujuan mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih urgent.
"Kita sedang berpikir bagaimana sebetulnya membuat rakyat ini bisa gampang mendapatkan pekerjaan, membuat rakyat ini bisa gampang sekolah. Itu yang kita pikirkan sekarang, tapi ketika Jokowi muncul dengan statement-nya dan dikonfirmasi oleh media ke beliau dan diiyakan artinya kita tahu dari hati dan pikiran Jokowi apa sekarang yang ada," katanya.
Jokowi dinilai Ferdinand tidak memikirkan kondisi bangsa dan sedang dilanda keresahan politik.
Ia melanjutkan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran sebagai upaya menyelamatkan karier politik sang putra sulung, Gibran Rakabuming Raka.
"Ini justru kita melihatnya bahwa ada ketakutan, keresahan dan kegelisahan dari Jokowi sendiri tentang nasib politik Gibran. sehingga Jokowi ingin menyelamatkan sedini mungkin perahu dari kekuasaan Gibran harus ditempelkan tetap ke Prabowo, sebab apabila tidak maka Gibran karier politiknya menurut kita akan berakhir, dan itu akan ditakutkan oleh Jokowi," pungkasnya.
Klarifikasi Jokowi
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu dirinya yang mendukung Prabowo-Gibran untuk maju dua periode.
Klarifikasi itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan Ketua Bidang Politik PSI, Bestari Barus di Bali pada Rabu (1/10/2025) malam.
Pertemuan keduanya berlangsung di Waroeng Kopi Klothok di kawasan Seminyak.
"Tadi malam saya bertemu langsung dengan Pak Jokowi di Bali, di Seminyak, di Kopi Klothok. Kalau enggak salah pemiliknya adalah Mbak Titiek (Soeharto). Dan, kemudian kita ngobrol dan ada satu hal yang hanya mungkin dua orang, tiga orang penanya," katanya.
Bestari pun awalnya bertanya terkait isu dua periode yang disampaikan Jokowi.
KLARIFIKASI JOKOWI - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memberikan klarifikasinya terkait isu mendukung 2 periode Prabowo-Gibran ke PSI. (Dok. Jokowi dan Dok. Gerindra). (Dok. Jokowi dan Dok. Gerindra)
"Pak, besok malam tuh saya ada di iNews TV, materinya terkait dengan dua periode yang katanya disampaikan oleh bapak pada satu kesempatan," kata Bestari menirukan ucapannya ke Jokowi.
Merespons pertanyaan Bestari, Jokowi menegaskan bahwa pernyataannya yang belakangan viral itu merupakan ucapan lama saat masa kampanye.
"Kata Pak Jokowi, 'Loh, itu apa ndak coba dibuka itu? Itu kan statement lama pada waktu kampanye. Statement lama, kemudian kok dibuka lagi sekarang'," kata Jokowi kepada Bestari.
Statement itu, kata Jokowi, bertujuan untuk membakar semangat para relawan saat kampanye Pilpres kemarin.
Klarifikasi Jokowi itu menjelaskan bahwa isu dukungan dua periode memiliki makna dua hal.
"Di situ pertama kali diucapkan pada waktu kampanye tujuannya untuk menyemangati dan pada akhirnya memenangkan pemilu."
"Kalaupun kemudian ditarik itu adalah statement kekinian, itu konfirmasi saja bahwa sekarang ini kan banyak orang yang berusaha membuat pasangan ini berkelahi dan tidak lagi bersama antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Sehingga dengan ketulusannya Pak Prabowo mengatakan saya dukung 2 periode," katanya.
Jokowi dukung 2 periode
Sebelumnya, Jokowi telah memberikan arahan kepada kelompok relawannya untuk mendukung pasangan Prabowo-Gibran selama dua periode.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu," kata Jokowi, di Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2025).
Saat ditanya apakah instruksi tersebut merupakan keinginan pribadinya, Jokowi enggan menjawab secara gamblang. Namun, ia kembali menegaskan arahan tersebut.
"Ya, memang sejak awal saya menyatakan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Pak Presiden Prabowo Subianto dua periode. Itu saya sampaikan ke relawan," tegas Jokowi.
5 tahun terlalu singkat
Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Fredy Damanik mengatakan bahwa masa pemerintahan selama lima tahun terlalu singkat untuk merealisasikan program-program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kelompok relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran selama dua periode.
"Waktu lima tahun terlalu singkat untuk mewujudkan program-program Prabowo-Gibran," ujar Fredy kepada Kompas.com, Minggu (21/9/2025).
Jokowi, kata Fredy, selalu meminta kelompok relawan pendukungnya untuk mengawal dan menyukseskan program pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Presiden Jokowi kerap kali menyatakan bahwa relawan harus mengawal, memastikan, dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran agar berhasil menjalankan program-programnya," ujar Fredy.
Di samping itu, Prabowo dinilai sebagai sosok penerus Jokowi yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.
Fredy pun mengungkit kembali tema kampanye dari pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 yang juga mengusung keberlanjutan.
"Projo dan sejumlah organ relawan sebelumnya sudah menginisiasi Musyawarah Rakyat untuk mencari pelanjut Jokowi. Pak Prabowo lah pelanjut Pak Jokowi," ujar Fredy.
Berita terkait
- Baca juga: Jokowi Klarifikasi Isu Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode ke PSI: Itu Statement Lama
- Baca juga: Pengamat Nilai Prabowo-Gibran 2 Periode Buat Lawan Serangan Ijazah, Jokowi Balas: Apa Hubungannya?
- Baca juga: Eks Ketua BEM Unpad Tanya ChatGPT: Etis Jokowi Dorong Prabowo-Gibran 2 Periode? Ini Jawabannya
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Repost : Klarifikasi Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode,Ferdinand Hutahaean: Biasa Sen Kiri Belok Kanan