Detail Update

Detail Update

MUI Kaltim Dorong Gerakan Bersama Cegah Narkoba

Card image cap MUI Kaltim Dorong Gerakan Bersama Cegah Narkoba

MUI Kaltim Dorong Gerakan Bersama Cegah Narkoba untuk Wujudkan Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

SAMARINDA — Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur menegaskan pentingnya membangun gerakan bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Pesan tersebut mengemuka dalam Talk Show “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Ganas Annar Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar pada 8 Agustus 2026 di Hotel Puri Senyiur Samarinda, pagi tadi bertepatan dengan 24 Safar 1448 H.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan unsur MUI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, serta berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh dan narasumber, di antaranya KH Muhammad Rasyid, Ketua Umum MUI Kalimantan Timur, Dr. Hj. Abnan Pancasila Wati, M.Ag., Ketua Wilayah Ganas Annar MUI Kaltim, serta unsur MUI Provinsi Kalimantan Timur, BNNP Kaltim dan Polda Kaltim. Talk show dipandu oleh M. Fadeli Sigalingging, S.I.Kom.

Generasi muda adalah aset bangsa

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dibangun melalui pembangunan infrastruktur, kemajuan ekonomi dan perkembangan teknologi. Fondasi terpentingnya adalah manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berkarakter dan terbebas dari narkoba.

Generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dilindungi sekaligus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi generasi penerus dan pemimpin Indonesia pada masa mendatang.

Narkoba dipandang bukan hanya sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai ancaman serius terhadap kesehatan, pendidikan, produktivitas, kehidupan keluarga dan masa depan generasi bangsa.

Karena itu, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.

Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga, sekolah, masyarakat, tempat ibadah dan komunitas.

Keluarga menjadi benteng pertama

Salah satu pesan penting yang mengemuka adalah bahwa gerakan Bersinar harus dimulai dari anak dan keluarga.

Keluarga menjadi benteng pertama dalam membangun ketahanan anak terhadap berbagai pengaruh negatif. Orang tua tidak cukup hanya memberikan larangan, tetapi juga perlu membangun komunikasi, keteladanan, perhatian dan lingkungan keluarga yang sehat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat ANANDA BERSINAR, yang menempatkan anak sebagai titik penting dalam membangun generasi yang terlindungi dari narkoba melalui keterlibatan keluarga, sekolah dan komunitas.

Dengan demikian, gerakan anti narkoba harus bergeser dari sekadar memberikan informasi mengenai bahaya narkotika menjadi gerakan membangun ketahanan diri dan ketahanan keluarga.

Sehat, cerdas dan kuat

Generasi Bersinar sebagaimana dibahas dalam talk show diarahkan untuk memiliki tiga kekuatan utama.

Pertama, sehat. Anak dan generasi muda harus memiliki kesehatan jasmani dan mental serta memahami bahwa narkoba dapat menghancurkan kesehatan dan masa depan.

Kedua, cerdas. Generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu mengenali risiko, tidak mudah dipengaruhi lingkungan dan memiliki keberanian untuk mengatakan “Tidak pada Narkoba.”

Ketiga, kuat. Kekuatan bukan hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga karakter, iman, ketahanan diri, kemampuan mengambil keputusan dan keberanian menghadapi tekanan lingkungan.

Sekolah dan rumah ibadah memiliki peran strategis

Talk show juga menekankan pentingnya menjadikan sekolah dan lingkungan pendidikan sebagai ruang yang aman bagi anak dan remaja.

Pendidikan mengenai bahaya narkoba perlu dikemas secara menarik, komunikatif dan dekat dengan realitas kehidupan generasi muda. Anak tidak hanya perlu mengetahui bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga harus dibekali kemampuan untuk menolak, menghindari dan menghadapi tekanan dari lingkungan.

Di sisi lain, tokoh agama dan rumah ibadah memiliki posisi yang sangat strategis dalam gerakan pencegahan narkoba.

Masjid, pesantren, majelis taklim, gereja, pura, vihara dan berbagai rumah ibadah dapat menjadi pusat pembinaan moral, spiritual dan karakter masyarakat.

Dalam perspektif keagamaan, menjaga generasi dari narkoba merupakan bagian dari upaya menjaga jiwa, menjaga keluarga dan menjaga masa depan umat.

Tidak bisa dilakukan sendirian

Gerakan anti narkoba juga tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh satu lembaga.

Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BNN, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia usaha, media dan komunitas masyarakat.

Semua pihak memiliki peran masing-masing.

Aparat penegak hukum memiliki peran dalam pemberantasan jaringan narkotika. BNN memiliki peran dalam pencegahan dan pemberantasan. Sekolah membangun edukasi dan karakter. Keluarga membangun ketahanan anak. Tokoh agama memberikan penguatan moral dan spiritual. Sementara masyarakat menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan aman.

Dengan sinergi tersebut, gerakan Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Dari perang melawan narkoba menuju penyelamatan generasi

Salah satu pesan kuat dari talk show tersebut adalah perlunya melihat persoalan narkoba secara lebih luas.

Pemberantasan narkoba memang membutuhkan tindakan tegas terhadap pengedar dan jaringan narkotika. Namun, pada saat yang sama, bangsa Indonesia juga harus memberikan perhatian besar pada upaya menyelamatkan anak dan generasi muda agar tidak menjadi korban.

Dengan kata lain, perang melawan narkoba pada akhirnya adalah perjuangan menyelamatkan manusia.

Setiap anak yang berhasil dijauhkan dari narkoba berarti satu masa depan yang berhasil diselamatkan.

Menuju Indonesia Emas 2045

Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI Kaltim melalui kegiatan tersebut kembali mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 harus dibangun mulai hari ini.

Indonesia membutuhkan generasi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas dalam berpikir, kuat dalam karakter, produktif dalam berkarya, berintegritas dalam bertindak dan bersih dari narkoba.

Karena itu, membangun Indonesia Emas bukan hanya pekerjaan pemerintah. Ia merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

Dan perjuangan tersebut harus dimulai dari hal yang paling mendasar: menyelamatkan anak-anak Indonesia dari narkoba.

“Menyelamatkan satu anak dari narkoba berarti menyelamatkan satu masa depan. Menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan masa depan bangsa.”

Talk show Ganas Annar MUI Kaltim di Samarinda akhirnya bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia 2045 sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan bangsa ini hari ini dalam melindungi generasi mudanya.

 

By. Kominfo BPIC

Kontributor: Laksamana Kayubi.