Detail Update

Detail Update

Pemberian Satunan Kepada Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Card image cap

Samarinda, 10 Muharam 1447H / 6 Juni 2025.

Pada hari ini Minggu tanggal 10 Muharam 1447 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2025, BPIC bersama sama dengan Baznas Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada 300 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari seputar kota Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan di lantai utama masjid raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur.

Pemberian santunan terhadap anak yatim dan kaum dhuafa ini dimotori oleh Majelis Ta'lim Muslimah (MTM) Islamic Center Kalimantan Timur yang dikomandani oleh Ibu Hj. Zahrah Thamrin. Acara pemberian santunan ini dimulai pada pukul 13.30 dengan diawali pembacaan ayat suci Al Qur'an. Selanjutnya adalah sambutan-sambutan, ceramah agama, pembacaan do'a dan diakhiri dengan pemberian santunan secara simbolis kepada 30 anak yatim (dhuafa). Namun perlu diketahui bahwa sebelum acara inti dimulai, kelompok habsy ibu-ibu MTM menghangatkan suasana masjid.

Sambutan pertama disampaikan oleh ketua MTM. Dalam sambutannya, Ibu Hj. Zahrah Tamrin menjelaskan bahwa kegitan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Majelis Ta’lim Muslimah (MTM) Islamic Center Kalimantan Timur. Hanya saja pada tahun-tahun sebelumnya santunan yang diberikan jumlahnya tidak sebanyak pada kegiatan kali ini. Berkat kerjasama yang dilakukan oleh BPIC dengan Baznas maka pada tahun ini MTM dapat membagikan 300 paket sembako dimana 100 paket berasal dari anggota MTM sendiri sedang yang 200 paket berasal dari Baznas Provinsi Kalimantan Timur. Paket sembako terdiri dari beras, minyak goreng, gula, teh, mie instan, susu dan camilan untuk anak-nak  dimana nilai setiap paket adalah Rp. 150.000. Untuk itu ketua MTM tidak lupa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap pimpinan Baznas Kaltim.

Sambutan ke dua disampaikan oleh ketua penggerak PKK Provinsi Maluku Utara yaitu Ibu Rusni Sarbin yang merupakan istri wakil gubernur Maluku Utara. Kehadiran beliau bersama rombongan sebenarnya tidak masuk dalam rundown acara. Secara kebetulan beliau bersama rombongan di sela sela mengikuti rakornas PKK di kota Samarinda berkunjung ke Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur untuk melaksanakan ibadah sholat dhuhur ternyata terdapat acara pemberian santunan kepada anak yatim. Akhirnya beliau meminta ijin agar diperbolehkan untuk mengikuti acara tersebut.

Dalam sambutannya, Ibu Rusni Menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutannya yang sangat hangat dari MTM Islamic Center walaupun sebelumnya tanp pemberitahuan. Selain itu beliau berharap agar suatu saat nanti MTM Islamic Center dapat berkunjung ke Maluku Utara. Sebelum menutup sambutannya beliau menyampaikan bahwa beliau juga ingin berbagi kepada para anak yatim dan dhuafa. Santunan diterimakan oleh ketua MTM (Ibu Zahrah) yang kemudian akan diteruskan kepada mereka yang berhak.

Sambutan yang ke tiga adalah KH Muhammad Rasyid, S.Pd.I yang bertindak sebagai ketua I BPIC dan sekaligus sebagai imam besar Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada ketua MTM dan jajarannya atas upaya keras dan keikhlasannya dalam menyelenggarakan kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Selain itu tak lupa juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pimpinan Baznas provinsi Kalimantan Timur atas kerjasama yang dibangun dalam pengelolaan dan pendayagunaan dana zakat, infaq dan sedekah sehingga kegiatan keagamaan di masjid raya Baitul Muttaqien menjadi semakin semarak. Bapak KH Muhammad Rasyid juga tak lupa mengucapkan selamat datang dan sekaligus ucapan terima kasih kepada ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara (Ibu Rusni) atas partisipasinya dalam pemberian santunan kepada anak yatim.

Sebeluma acara yang ditunggu-tunggu oleh para calon penerima santunan dilaksanakan, anak-anak para calon penerima santunan beserta orang tua mereka diberikan pencerahan oleh salah seorang anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Islamic Center Kalimantan Timur yaitu Dr. Hj. Siti Aminah.

Dalam ceramahnya ibu Hj. Siti Aminah menekankan bahwa hijrah mengandung makna berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik. Beliau juga menyampaikan bahwa para nabi dan rasul juga mengalami perpindahan. Namun yang paling penting adalah bahwa hijrah tidak hanya dimaknai terbatas pada perpindahan secara fisik. Hijarah juga bisa berarti pindah dari keburukan menuju kebaikan, hijarah dari pola hidup boros menuju hemat, hijrah dari rasa pamrih menuju ikhlas dan lain sebagainya.

Agar acara ini mendapat ridho dan berkah dari Allah SWT, maka sebelum pemberian santunan dilaksaksanakan, KH Muhammad Rasyid selaku Imam Besar Masjid Raya Baitul Muttaqien didaulat untuk memimpin doa.   

Dibuat oleh Djoko Iriandono