Tabligh Akbar
Ba’da Subuh, Masjid Jami’ Al Ma’ruf Dipadati Jamaah, Ustaz Das’ad Latif Sampaikan Tausiah Maulid Nabi
By. Kominfo BPIC Kaltim
SAMARINDA – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Masjid Jami’ Al Ma’ruf, Kota Samarinda, Minggu (20/9/2026). Ba’da salat Subuh, masjid telah dipadati jamaah laki-laki maupun perempuan yang datang dari berbagai penjuru Samarinda untuk mengikuti Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan yang menghadirkan dai kondang Ustaz Das’ad Latif tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pejabat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan pondok pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M., serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. Masjaya.
Mengusung tema “Sholawat untuk Nabi, Do’a untuk Indonesia dan Palestina”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia dan masyarakat Palestina.

Taubat dan Ridha Allah, Jalan Menggapai Surga
Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif mengingatkan jamaah agar tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa orang yang masuk surga bukanlah semata-mata orang yang tidak pernah memiliki dosa, melainkan orang-orang berdosa yang bertaubat dan memperoleh ridha Allah SWT.

Menurutnya, manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, yang terpenting adalah kesediaan untuk menyadari dosa, memohon ampunan, dan kembali ke jalan Allah.
Dalam penjelasannya, Ustaz Das’ad Latif mengungkapkan bahwa apabila orang berdosa tidak bisa masuk surga, maka surga hanya akan berisi Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar senantiasa menjaga harapan kepada ampunan Allah, tanpa menjadikan harapan itu sebagai alasan untuk meremehkan dosa. Taubat dan upaya memperbaiki diri perlu terus menjadi bagian dari perjalanan kehidupan seorang Muslim.
Maulid Nabi dan Pentingnya Menjaga Persaudaraan
Selain membahas persoalan taubat, Ustaz Das’ad Latif juga menyinggung perbedaan pandangan di kalangan umat Islam mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan bahwa terdapat kalangan yang membolehkan peringatan Maulid Nabi, sementara sebagian lainnya memandangnya sebagai bid’ah.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa bid’ah bukanlah kategori hukum Islam yang berdiri sendiri seperti wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah. Karena itu, perbedaan pandangan mengenai peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan.
Bagi umat Islam yang memperingati Maulid Nabi, silakan melaksanakannya. Sementara bagi yang tidak memperingatinya, juga dipersilakan untuk menjalankan keyakinan dan pemahamannya.
“Yang memperingati silakan, yang tidak juga silakan. Tidak perlu saling menyalahkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut.
Pesan ini mengajak jamaah untuk menyikapi perbedaan dengan kedewasaan, saling menghormati, dan tetap menjaga persaudaraan sesama Muslim.
Jangan Biarkan Gaya Hidup Mengendalikan Kehidupan
Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diingatkan agar tidak menjadikan keinginan mengikuti gaya hidup sebagai penentu arah kehidupan.
Menurut pesan yang disampaikan dalam ceramah, manusia perlu berhati-hati agar tidak terus-menerus mengejar keinginan yang tidak pernah selesai. Keinginan untuk mengikuti gaya hidup orang lain dapat membuat seseorang kehilangan ketenangan dan melupakan hal-hal yang lebih penting dalam kehidupannya.
Jamaah diajak untuk menjalani hidup secara bijaksana, tidak berlebihan, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Kehidupan hendaknya tidak semata-mata diukur dari apa yang dimiliki atau bagaimana seseorang terlihat di hadapan orang lain, tetapi juga dari kualitas ibadah, akhlak, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab kepada Allah SWT.
Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
Ustaz Das’ad Latif juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara suami dan istri. Rumah tangga yang harmonis perlu dibangun di atas rasa saling percaya, bukan dipenuhi kecurigaan yang dapat merusak hubungan.
Ia mengajak pasangan suami istri untuk menghilangkan kebiasaan saling curiga dan menumbuhkan kepercayaan satu sama lain. Kepercayaan merupakan fondasi penting dalam membangun rumah tangga yang tenteram dan penuh kasih sayang.
Selain itu, jamaah diingatkan agar tidak pelit memberikan pujian kepada pasangan atas kebaikan yang dilakukan. Ucapan sederhana seperti ungkapan terima kasih, penghargaan, dan pujian yang tulus dapat menjadi bentuk perhatian yang menguatkan hubungan suami istri.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keharmonisan rumah tangga tidak selalu dibangun melalui hal-hal besar. Perhatian kecil, sikap saling menghargai, komunikasi yang baik, dan kepercayaan yang dijaga setiap hari merupakan bagian penting dalam merawat cinta dan kebersamaan.
Rumah tangga yang dipenuhi rasa saling percaya dan penghargaan diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan, kasih sayang, serta dukungan bagi setiap anggota keluarga.
Memperkuat Keimanan dan Kepedulian
Tabligh Akbar yang berlangsung sejak ba’da Subuh ini menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai elemen masyarakat Samarinda. Kehadiran tokoh pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan pondok pesantren memperlihatkan semangat kebersamaan dalam memakmurkan masjid.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jamaah diajak untuk tidak berhenti pada kecintaan yang diungkapkan melalui sholawat, tetapi juga mewujudkannya dalam perilaku sehari-hari.
Meneladani Rasulullah berarti berusaha memperbaiki akhlak, menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Dengan mengangkat tema “Sholawat untuk Nabi, Do’a untuk Indonesia dan Palestina”, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendoakan kedamaian dan keselamatan bagi bangsa Indonesia serta masyarakat Palestina.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami’ Al Ma’ruf diharapkan menjadi pengingat bahwa kehidupan seorang Muslim bukan hanya tentang hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan kebaikan, kedamaian, dan manfaat bagi sesama manusia.