BAZNAS se-Kalimantan Timur Perkuat Sinergi melalui Rakorda dan Strategic Development
BAZNAS se-Kalimantan Timur Perkuat Sinergi melalui Rakorda dan Strategic Development 2026
By. Kominfo BPIC Kaltim
SAMARINDA — Para pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Timur berkumpul di Samarinda dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi program, sekaligus merumuskan strategi pengelolaan zakat yang semakin profesional dan berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan pada Senin malam, 10 Agustus 2026, di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Selanjutnya, Rakorda dan BSD dilaksanakan di Hotel Harris Samarinda.
Acara pembukaan diawali dengan sholat dan makan malam bersama di Odah Etam pada pukul 18.00–20.00 WITA. Setelah itu, tepat pukul 20.00 WITA, rangkaian pembukaan Rakorda dan BSD dimulai.
Dibuka dengan Nuansa Keagamaan dan Kebangsaan
Pembukaan berlangsung dalam suasana religius dan kebangsaan. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, peserta bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya dan Mars BAZNAS, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh ustadz Muhammad Miftahul Ihsan, S.Pd dan doa oleh Ketua MUI Kaltim, KH. Muhammad Rasyid, S.PdI.
Memasuki pukul 20.20 WITA, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan laporan pelaksanaan Rakorda dan BSD. Laporan tersebut antara lain memaparkan dasar pelaksanaan, tujuan kegiatan, peserta, pembiayaan, serta berbagai capaian BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Setelah laporan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, acara dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si sebelum kemudian memasuki agenda utama berupa sambutan dan pembukaan kegiatan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur bersama jajaran BAZNAS RI dan para pimpinan BAZNAS se-Kalimantan Timur memberikan pesan kuat mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi zakat.
Penghormatan bagi Peserta melalui Penyematan Jaket BSD
Salah satu agenda menarik dalam acara pembukaan adalah penyematan jaket BSD kepada peserta. Penyematan dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan, yakni Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Ketua BAZNAS RI, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, serta perwakilan peserta dari BAZNAS provinsi, kabupaten dan kota.
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan foto bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wakil Ketua BAZNAS RI, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, dan seluruh peserta Rakorda dan BSD.
Rangkaian acara pembukaan ditutup sekitar pukul 22.00 WITA.
Evaluasi dan Merumuskan Strategi Baru
Dalam laporan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur disampaikan bahwa Rakorda dan BSD dilaksanakan untuk mengoordinasikan berbagai program sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025.
Forum ini juga diarahkan untuk merumuskan program kerja pada bidang pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan, pengawasan serta pelaporan. Selain itu, kegiatan diharapkan semakin memperkuat kelembagaan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam pengelolaan zakat.
Rakorda dan BSD juga menjadi ruang bagi para pimpinan BAZNAS untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola zakat sekaligus menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat di daerah.
Pengumpulan ZIS Terus Mengalami Peningkatan
Salah satu capaian yang disampaikan dalam laporan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur adalah meningkatnya penghimpunan ZIS, DSKL dan CSR dari tahun ke tahun.
Pada 2021, penghimpunan tercatat sebesar Rp6,84 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp10,79 miliar pada 2022, Rp14,44 miliar pada 2023, Rp16,51 miliar pada 2024, dan mencapai Rp20,60 miliar pada 2025.
Sementara hingga Juli 2026, penghimpunan telah mencapai Rp19,05 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sekaligus membuka peluang untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dana yang dihimpun kemudian disalurkan melalui lima kelompok besar program, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli dan Kaltim Taqwa.
Program Kaltim Cerdas meliputi bantuan seragam sekolah, SPP/UKT, sarana dan prasarana pendidikan, Sekolah Cendekia BAZNAS hingga kaderisasi ulama. Sementara Kaltim Sehat antara lain diwujudkan melalui khitanan massal, operasi celah bibir dan langit-langit, bantuan pengobatan, pendampingan penderita TBC, Rumah Sehat BAZNAS serta penanganan stunting.
Di bidang ekonomi, BAZNAS mengembangkan berbagai program pemberdayaan seperti Z-Mart, Z-Auto, Z-Chicken, penggemukan sapi, budidaya domba, ayam petelur, ikan patin dan padi organik.
Sedangkan melalui Kaltim Peduli dan Kaltim Taqwa, bantuan diarahkan untuk kebutuhan kemanusiaan, rumah layak huni, penanganan pascabencana, kebutuhan hidup, pembinaan mualaf, guru mengaji, imam masjid, guru tahfiz dan berbagai kegiatan dakwah.
Akuntabilitas Terus Diperkuat
Pertumbuhan penghimpunan tersebut berjalan beriringan dengan upaya memperkuat tata kelola dan akuntabilitas lembaga.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur telah menjalani audit syariah oleh Inspektorat Kementerian Agama RI dengan hasil “Baik”. Aspek kepatuhan syariah memperoleh nilai 81,82, transparansi 82,25, dan efektivitas penyaluran 73,95 dengan kriteria cukup efektif.
Audit Kantor Akuntan Publik juga menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun 2023, 2024 dan 2025. Sementara Indeks Zakat Nasional meningkat dari 0,52 pada 2024 menjadi 0,90 pada 2025 dengan kategori berkelanjutan.
Berbagai penghargaan juga telah diraih BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, terutama dalam implementasi SiMBA, pengelolaan fundraising, kantor digital dan pemanfaatan menara masjid untuk pengumpulan zakat.
Menjadikan Zakat sebagai Kekuatan Pemberdayaan
Rakorda dan BAZNAS Strategic Development 2026 di Samarinda bukan sekadar agenda koordinasi tahunan. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan visi dan memperkuat komitmen agar zakat benar-benar hadir sebagai kekuatan pemberdayaan masyarakat.
Sebagaimana tujuan kegiatan, Rakorda diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang lebih terarah, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pengumpulan dan pendistribusian zakat, serta membangun sistem pengawasan dan pelaporan yang semakin baik.
Keberhasilan BAZNAS tidak hanya diukur dari berapa banyak zakat yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari seberapa besar perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka yang menerimanya.
Zakat yang dikelola dengan amanah bukan sekadar memindahkan sebagian harta dari muzaki kepada mustahik. Lebih jauh, zakat adalah ikhtiar untuk mengubah kesulitan menjadi harapan, ketergantungan menjadi kemandirian, dan mustahik menjadi muzaki.
Itulah semangat yang diharapkan tumbuh dari Rakorda dan BAZNAS Strategic Development 2026 di Samarinda: menyatukan langkah, memperkuat kelembagaan, dan memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat Kalimantan Timur.